Fiqih merupakan salah satu bidang keilmuwan dalam Islam yang mengatur tatacara berbagai aspek kehidupan baik itu antara sesama manusia, makhluk lainnya, dan dengan sang Pencipta yang sesuai dengan syariah Islam, bersumbernya dari Al-Qur`an, Hadits Ijma` dan Qiyas (Fiqih Syafi`ie). Dalam fiqih Sunni yang jumlah mencapai sekitar 90% dari populasi muslim di dunia terdapat empat madzhab fiqih yang banyak diikuti.

Mazhab-mazhab tersebut yaitu mazhab hanafi yang didirikan Imam Abu Hanifah, mazhab Maliki yang didirikan oleh Imam Malik, mazhab Syafi`i yang didirikan Imam Syafi`ie, dan mazhab Hambali yang didirikan oleh Imam Ahmad bin Hambal. Keempat mazhab ini perbedaannya tidak fundamental sehingga tidak pernah ada perselisihan karena pendiri keempat mazhab tersebut sudah diakui keilmuwannya. Bahkan, keempat mazhab tersebut memiliki hubungan antara guru dan murid yang saling berantai mulai dari Imam Abu Hanifah sampai Imam Ahmad bin Hambal. Perbedaan pendapaat keempat imam tersebut adalah rahmat.

Uniknya keempat mazhab tersebut dominan di wilayah-wilayah tertentu, sehingga mempengaruhi sosial budaya di wilayah tersebut dan semakin memberi warna dalam kehidupan manusia, umat Islam khususnya. Penyebarannya pun rata-rata tidak berselang-seling. Meskipun ada sebagian yang berselang-seling. Dengan ini semakin mempermudah untuk mempetakan setiap wilayah dengan mazhab tertentu. Nah, pemetaan wilayah setiap mazhab lebih baiknya jika menggunakan istilah fiqih mazhamografi. Pemetaan keempat mazhab fiqih tersebut sesuai dengan dominasi mazhab tertentu. Adapun contohnya sebagai berikut:

Mazhab Hanafi adalah yang paling dominan di dunia Islam (sekitar 32%), penganutnya banyak terdapat di Turki, negara-negara Asia Selatan (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Lanka, dan Maladewa), Mesir bagian Utara, separuh Irak, Syria, Libanon, Palestina (campuran Syafi’i dan Hanafi), Kaukasia (Chechnya dan Dagestan) yang masuk wilayah Rusia serta China dan beberapa negara di Asia Tengah. Mazhab ini menjadi mazhab resmi di Turki dan beberapa negara lainnya.

Adapun mazhab Maliki diikuti oleh sekitar 20% muslim di seluruh dunia. Mazhab ini dominan di negara-negara Afrika Barat dan Afrika Utara Seperti Maroko, Libya, Tunisia, Sahara Barat, Nigeria, Mali, dan lainnya. Mazhab ini memiliki keunikan dengan menyodorkan tatacara hidup penduduk madinah sebagai sumber hukum karena Nabi Muhammad hijrah, hidup dan meninggal di sana dan kadang-kadang kedudukannya dianggap lebih tinggi dari hadits.

Sedangkan mazhab Syafi’i memiliki penganut sekitar 28% muslim di dunia. Pengikutnya tersebar di Turki, Irak, Syria, Iran, Mesir, Somalia, Yaman, Sri Langka dan di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, dan menjadi mazhab resmi negara Malaysia dan Brunei Darussalam.

Yang terakhir mazhab hambali, mazhab ini diikuti oleh sekitar 5% umat muslim di dunia dan dominan di daerah semenanjung Arab. Mazhab ini merupakan mazhab yang saat ini dianut di Arab Saudi.

Penerapan Fiqih Mahzamografi

Sebenarnya pemetaan wilayah setiap mazhab sudah ada jauh sebelumnya. Namun, penggunaan istilah fiqih mazhamografi belum digunakan hingga saat ini. Padahal jika menggunakan istilah fiqih mazhamografi maka akan semakin kelihatan kekayaan kajian ilmu fiqih. Selain itu, dengan menggunakan istilah ini akan semakin kelihatan hubungan antara ilmu fiqih dengan ilmu geografi pada khususnya dan ilmu sosial pada umumnya. Jika sudah berhubungan dengan ilmu sosial maka akan semakin menarik jika ditelaah lebih lanjut.

Manfaat penggunaan istilah fiqih mazhamografi dan penerapannya di bidang pengetahuan selain semakin memperkaya kajian ilmu fiqih yang memang sudah kaya. Juga membantu masyarakat dalam memahami perbedaan mazhab sehingga tidak muncul perselisihan satu sama lain, meskipun muncul lebih mudah diminimalisir. Sebab dalam fiqih mazhamografi akan semakin memahami indahnya perbedaan karena umat Islam akan tahu bahwa ada yang berbeda tapi sama.

Dalam kajian ilmu komunikasi fiqih mazhamografi makan akan membantu umat Islam khususnya dalam kaget budaya jika berkunjung ke wilayah tertentu atau jika bertemu dengan umat islam dari wilayah tertentu. Sehingga komunikasi antarbudaya perbedaan mazhab lebih efektif karena sudah memahami satu sama lain. Seperti contoh jika ada muslim Indonesia yang bermazhab syafi`i berkunjung ke Pakistan yang mayoritas bermazhab hanafi. Maka kekagetan budaya muslim Indonesia tidak akan terjadi khususnya dalam praktik syari`ah Islam meskipun terjadi itu bisa diminimalisir.

foto penlis Sihabuddin
Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (2010) yang saat ini sedang menempuh pendidikan tahap akhir di Pascasarjana (S2) Ilmu Komunikasi (Manajemen Komunikasi) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Facebook