Siang hari, tengah malam, bahkan pagi-pagi buta. Semua warga yang bermukim pergi demi menyelamatkan diri juga anak-anak mereka. Setiap saat, suara bom disetiap sudut Kota bergemuruh. Kota yang seakan menjadi peradaban umat atau bahkan orang-orang terdahulu setiap saat dihujani bom. Hancur, berantakan dan bahkan tidak satu pun puing bangunan yang sudah menjadi ikon Kota dapat terselamatkan.

Hanya gambaran sepintas tentang timur tengah. Itu pun hanya sepintas, jika digambarkan secara menyeluruh, akankah 1000 kertas folio dapat memuat? Timur Tengah yang seakan menjadi peradaban dan saksi sejarah umat terdahulu akankah tetap kekal sampai akhir Dunia nanti? setiap hari umat yang ‘masih’ hidup di Temur Tengah sibuk. Kesibukan mereka bukan seperti biasanya yang orang lain lakukan, pergi ke kantor, sekolah, berkebun dan yang lainnya. Tidak seperti itu. Mereka setiap saat harus mencari tempat yang aman untuk ‘persembunyian sementara’. Karena jika tidak besok, lusa, atu bahkan hari-hari selanjutnya pasti ada bom susulan.

Timur Tengah! Saya kira tidak semuanya seperti yang telah saya gambarkan. Hanya ‘mayoritas’ negara saja di Timur Tengah yang sampai saat ini kata orang ‘era globalisasi’ masih belum merdeka. Belum merdeka dari penjajahan, rezim-rezim tidak jelas yang ingin merebut kekuasaan, dan kelompok dengan pemimpin yang dikenal diktator. Tidak selang waktu lama, timpukan mayat berserakan dipinggiran kota, bahkan di pedesaan yang mayoritas masyarakatnya masih belum sepenuhnya tau apa dan siapa yang menyebabkan konflik berkepanjangan ini. Bahkan tidak tau apa itu ‘merdeka’. Sungguh ironis!

Kebanyakan orang mengenal konflik Timur Tengah itu hanya Palestina dan Israel. Dan Israel sebagai teroris. Tapi, coba kita lihat negara-negara Timur Tengah lainnya. Sebut saja Turki (Eropa, tapi sebagian wilayahnya masuk Benua Asia), Suriah, Iraq, Mesir (teritorial wilayah tidak masuk Timur Tengah, tapi bisa dikategorikan perdaban Arab), yang juga sering mengalami konflik internal. Setiap saat rakyat tak bersalah hanya terbunuh sia-sia.

Terkadang penyebab konflik hanyalah organisasi atau rezim-rezim diktator yang ingin berkuasa. Ironisnya lagi terkadang mereka mengatas namakan islam. Sebut saja yang paling masyhur saat ini ISIS. Dan yang paling ‘menampar’ umat islam Dunia yaitu akibat dari gerakan kelompok diktator tersebut. Seperti islamofobia diseluruh penjuru Dunia.

Dunia seakan bungkan saat tanda-tanda mengenai ISIS sedikit-demi sedikit terungkap. Apalagi yang membeberkan hal tersebut seorang yang sangat berpengaruh di suatu negara. Petinggi negara. Sebuah koran harian menuliskan seorang calon presiden Amerika mengatakan saat kampanye bahwa bapak dari ISIS adalah Amerika itu sendiri. Apakah itu masih kurang menjadi bukti besar mengenai pencipta ISIS yang selama ini mengatas namakan organisasi islam. Apalagi yang mengatakan demikian adalah calon presiden!. Bahkan calon presiden tersebut juga mengatakan bahwa ISIS yang selama ini membuat hancur popularitas islam, membuat kerugian besar dan juga konflik berkepanjangan Dunia islam adalah terusan al-qaeda. Sebuah organisasi ciptaan Amerika yang sempat mendunia. Tapi tidak lama kemudian, organisasi tersebut menampar wajah bapak sendiri dengan amat keras. Tragedi 11 september.

Anggap saja tidak ada PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk sebagian neraga Timur Tengah yang kontra akan Amerika. Karena biar bagai mana pun PBB adalah anak buah Amerika. Yang secara gamblang selalu mengalahkan negara-negara islam yang kontra-Amerika dengan hak vetonya, seperti yang pernah terjadi pada palestina disebuah pertemuan besar tentang kemerdekan Palestina. Pada saat itu mayoritas negara telah menyetujui kemerdekaan Palestina atas Israel. Namun, karena Israel tidak setuju. Dengan tegas Amerika langsung mengeluarkan hak veto untuk tetap tidak memerdekakan Palestina. Hemm, mudah saja bagi negari adi kuasa.

Terkadang setelah kelompok diktator tersebut berulah, mereka tidak segan mengungkap identitas dan dari mana (kebanyakan negara-negara islam timur tengah) mereka berasal. Bagai mengatakan ‘ini aku! Cepat serang kesini!’. Tanpa menunggu lama serangan datang. Tapi, setelah mereka menyingkir!. Akibatnya hanyalah rakyat tidak tau apa-apa dan tak bersalah yang menjadi tumbal.

Saat ini yang sedang menjadi trending topic adalah kudeta gagal Turki. Kudeta gagal di Turki juga menjadi tanda bahwa negara tersebut sedang menjadi incaran para pemberontak yang ingin merebut kekuasaan dan memecah belah negara yang sudah ditetapkan sebagai negara kebudayaan Eropa tersebut. Apalagi, saat dalang kudeta ingin dihukum berat oleh otoritas Turki, malah disembunyikan oleh.

Selang berapa saat dari kejadian tersebut ada kabar bahwa dibalik kudeta tersebut adalah ISIS (permainan apalagi ini?). Secara tegas Turki menyatakan ingin membalas hal tersebut. Tank-tank besar milik Turki dan juga pesawat tempur Amerika dalam sekejab meluluh lantakkan Suriah. Tidak sedikit jumlah rakyat sipil yang meninggal akibat serang tersebut. Yang menjadi pertanya besar apakah ISIS masih menadah tangan menanti jatuhnya Bom di tempat itu? Dan juga mengapa di saat Turki melakukan operasi meliter ke Suriah Amerika juga membantu?

foto penlis Kholilur Rachman
Santri Aktif Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Asal Pangereman Batumarmar Pamekasan, Kelas XI A2 IPA
Facebook