لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (111) [يوسف: [111

Artinya: Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS. Yusuf 12:111)

Secara sederhana ayat di atas menegaskan bahwa sejarah dan peradaban, merupakan bagian penting yang tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan setiap kelompok dari masa ke masa. Betapa tidak, dengan memahami sejarah dengan baik dan benar, setiap generasi yang akan melanjutkan kehidupan selanjutnya bisa bercermin untuk mengambil banyak pelajaran dan membenahi kekurangan atau kesalahan mereka guna meraih kejayaan dan kemuliaan dunia dan akhirat.

Ayat terakhir dalam surah Yusuf ini benar-benar menjadi salah satu kunci sukses bagaimana generasi yang muncul belakangan bisa menjadi lebih baik. Kisah-kisah yang ada di dalam surah Yusuf dikatakan oleh al-Qur’an sebagai ahsanal qashash (kisah-kisah terbaik). Bagaimana kandungan surah Yusuf diawali dengan cerita dari berbagai aspek kehidupan, baik ruang lingkup keluarga, masyarakat dan bahkan konteks kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Begitu utuh surah ini memuat keseluruhan aspek kehidupan manusia, maka tidak berlebihan ketika istilah ahsanal qashash disematkan oleh Allah SWT untuk surah ini.

Secara tidak langsung, ada sebuah pesan bahwa sejarah adalah teladan bagi kehidupan manusia, karena sejarah mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma yang bisa dijadikan pedoman bagi kehidupan manusia selanjutnya. Sejarah merupakan guru bagi kehidupan. Salah satu contoh dalam hal ini adalah untuk mendapatkan informasi dan pemahaman mengenai asal-usul khazanah budaya dan kekayaan di bidang lainnya yang pernah diraih oleh umat sebelumnya di masa lampau dan mengambil ‘ibrah (pelajaran) dari kejadian tersebut haruslah membaca sejarah.

Bahkan, untuk membentuk watak dan kepribadian umat, kita juga membutuhkan cermin dari sejarah masa lalu. Sebab, dengan mempelajari sejarah, generasi muda akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari perjalanan satu tokoh atau generasi yang telah mendahulinya. Selain mengajari bagaimana kita dapat memilah dan memilih mana aspek sejarah yang perlu dikembangkan dan mana yang tidak perlu. Mengambil pelajaran yang baik dari suatu umat dan meninggalkan hal-hal yang tidak baik. Dan keutuhan berpikir secara kronologis serta memiliki pengetahuan tentang masa lalu yang dapat digunakan untuk memahami dan menjelaskan perkembangan, perubahan masyarakat serta keragaman sosial budaya di masa yang akan datang. Tidak terkecuali ketika kita,-dalam hal ini adalah umat muslim-menginginkan generasi masa depan yang penuh keseiapan.

Diyakini bahwa sejarah pada hakikatnya adalah studi tentang manusia dan kehidupannya dalam konteks waktu tertentu. Sementara waktu itu sendiri dalam pengertian sejarah berupa sebuah garis memanjang yang lurus ke depan dan menunjukkan kesinambungan. Sehingga dengan berkesinambungannya waktu masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang, maka masa sekarang sangat ditentukan oleh keberadaan masa lalu, dan masa yang akan datang sangat ditentukan oleh keberadaan masa sekarang. Kesimpulannya, lewat sejarah kita bisa mempelajari masa yang akan datang.

Mempelajari dan mendalami sejarah, kita dapat selalu berusaha untuk memperbarui diri dan kepribadian kita agar menjadi lebih baik di masa-masa yang akan datang. Dalam rumusan yang lebih sederhana, manfaat mempelajari sejarah berkenaan dengan nilai edukatif, inspiratif, instruktif, rekreatif dan pendidikan masa depan. Dalam kontek dunia pendidikan misalnya, ada perhatian yang cukup dan bahkan besar berkenaan dengan materi ini sangatlah perlu untuk diperhatikan. Begitupun di dalam konteks pendidikan keluarga.

foto penlis Ahmad Khusairi
Ketua Umum Dewan Ma’hadiyah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata