Ngaji Kesehatan Mental; Kekuatan Otak Jangan Disalah Artikan

ADMINPESANTREN Selasa, 23 Maret 2021 22:03 WIB
250x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Pekan Ngaji

Bata-Bata Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata sudah memasuki hari-hari pertengahan dalam pagelaran The International Event Pekan Ngaji 6. Pada kesempatan kali ini panitia mengadakan Ngaji Kesehatan Mental dengan tajuk “Overcoming Stigma Against Mental Health”. Acara tersebut berlangsung di musholla putra, Selasa malam (23/03/21).

Dalam seminar kali ini, pemateri, Drs. H. Ach. Hidayat, M.Pd menghimbau segenap santri guna mengaktualisasikan dirinya. Dengan hal itu santri nantinya tidak gugup untuk berbicara di depan banyak orang, semisal ketika presentasi buku, debat, atau berceramah dan lain sebagainya.

Selanjutnya, Pak Dayat – sapaan akrab narasumber – menyampaikan ciri-ciri mental seseorang yang sehat. “Pertama semangat, kedua efektif, ketiga berkembang, dan keempat berbagi. Apa yang dimaksud dengan semua itu? Gairah untuk hidup, gairah untuk membantu orang lain, istiqomah dalam hal kebaikan, mempunyai pemikiran out of the box dan yang terpenting saling meringankan beban sesama manusia. Kemudian juga, masalah kesehatan mental yaitu: exucitas meliputi umur, kecerdasan, pendidikan, persaingan, ekonomi, dan  penyakit fisik, serta cemas psikotik, stres, bahkan bunuh diri,” ungkapnya.

Beliau juga menyampaikan kesalahan dalam menilai IQ seseorang, “Di antaranya yang pertama meremehkan kekuatan otak kita, kemampuan kita jauh melampaui yang kita duga, kedua terlalu menganggap hebat intelegensi orang lain, sehingga kita tidak mampu mengejar, menyamai, lebih-lebih melampauinya,” tukasnya.

Di ujung acara, Umarul Faruk, M.Psi selaku moderator memberi peluang bagi para audiens (santri) untuk bertanya langsung kepada pemateri, “Bagaimana cara kita kuat mental, agar nantinya kita tidak gugup kalau menyampaikan sesuatu (ceramah, pidato) di depan banyak orang,” tanya Subyan salah seorang pengajar kelas akhir. Pemateri menjawab, “Ya, jadi begini agar kita itu kuat mental meskipun ada di depan banyak orang, cukup simpel bagi kita. Biasakan maju dan jadikan hal itu biasa, anggap saja di depan kita tidak ada orang,” jawabnya. (Ko)