Ponpes Muba Resmikan Program Asrama Al-Quran

ADMINPESANTREN Sabtu, 5 Juni 2021 13:40 WIB
1861x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata – Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) kembali mengadakan trobosan baru. Hal itu berupa pengadaan program asrama al-Quran yang baru saja diresmikan kemarin malam, Jumat, (4/6/21) di asrama al-Quran sebelah selatan daerah R pukul 19.30 WIB. 


Didirikannya asrama al-Quran merupakan buah musyawarah antara Dewan Ma'hadiyah beserta jajaran pengurus Divisi Pentashih Baca Al-Quran (DPBA) dan beberapa alumni senior yang membidangi ilmu baca al-Quran. Dalam kesempatan tersebut, dirumuskanlah sebuah asrama baru yang khusus menyediakan program seputar ilmu baca al-Quran secara intens. “Alhamdulillah Bata-Bata sudah dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya kawasan Madura, melainkan telah menggema ke seluruh penjuru Nusantara. Oleh karena itu, input santri ke pondok pesantren kian hari kian bervariasi. Dengan itulah, untuk memberikan layanan bimbingan baca al-Quran secara massif kepada santri, kami membentuk asrama al-Quran ini,” jelas Ustadz Rofiud Darojat selalu ketua asrama al-Quran. 


Pada periode perdana ini, jumlah santri yang mendapatkan bimbingan secara khusus di arama al-Quran berkisar 400 orang. Mereka akan dibimbing oleh 25 pembimbing yang berasal dari staff Divisi Pentashih Baca Al-Quran (DPBA) dan Hai'ah Ri'ayatul Athfal (HRA). “Kurang lebih 400 santri yang sudah terdaftar di asrama ini. Mereka akan mulai dibimbing oleh 25 pembimbing secara intens mulai malam ini (red. Sabtu malam, 5/6/21),” ujar Ustadz Moh. Hasin selaku Bidang Pendidikan asrama al-Quran. 


Ustadz Moh. Hasin pun menambahkan terkait materi serta target pencapaian yang diharapkan bagi lulusan asrama al-Quran kelak. “Program kami ke depan yaitu baca al-Quran dengan sistem sorogan, belajar makhraj, doa-doa, wirid, dan sebagainya. Dalam artian, kami ingin santri Bata-Bata tidak hanya tahu baca, tapi juga membiasakan dalam membaca Al-Quran. Sehingga hasilnya semua santri mampu membaca Al-Quran dengan fasih sesuai yang disampaikan oleh guru-guru, yakni bersanad pada Nabi Muhammad SAW,” tambah mahasiswa Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir tersebut. (Ans)