Peran Pondok Pesantren dalam Upaya Pengembangan Ekonomi Umat

ADMINPESANTREN Jumat, 17 Juni 2022 07:46 WIB
120x ditampilkan Galeri Headline Artikel Ilmiyah Kolom Alumni

Oleh: Lailiyatun Nuriyah*

Secara historis pondok pesantren menekankan pada aspek pendidikan keagamaan. Di pesantren, keagamaan lebih ditekankan dari pada pelajaran umum. Para santri dianjurkan   untuk fokus mempelajari ilmu Al-Quran dan Hadits. Selain itu diajarkan pula kitab-kitab kuning yang dapat membekali mereka dalam mengembangkan ilmu keagamaan. Pesantren yang notabene-nya identik dengan pembelajaran antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, juga tentang dunia dan akhirat, kini semakin menunjukkan kemajuannya.

Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional memberi peluang yang cukup besar bagi pengembangan pesantren. Pasalnya UU tersebut telah menghapus diskriminasi terhadap pendidikan keagamaan yang berlangsung selama ini. Jelasnya, pendidikan diniyah dan pesantren telah diakui sebagai bentuk pendidikan keagamaan (Pasal 30 ayat 4 UU Sisdiknas Departemen Pendidikan RI). Dengan hal itu beberapa kalangan meyakini bahwa sistem pesantren akan menjadi lebih baik.

Sebab hal itu pula ekonomi memiliki peranan penting dalam kemajuan sebuah instansi, karena meningkatnya ekonomi juga menjadi tolak ukur kemajuan pondok pesantren. Oleh sebab itu pondok pesantren terus berupaya untuk meningkat dalam segala sektor, salah satunya dalam bidang perekonomian.

Oleh karenanya pondok pesantren tidak hanya mendidik santri dalam bidang keagamaan akan tetapi pesantren juga mendidik para santri untuk terus berkembang dalam pengetahuan umum lain, salah satunya dalam bidang ekonomi. Sekarang santri tidak hanya ditekan memahami pendidikan keagamaan tetapi santri juga diajari ilmu ekonomi serta kewirausahaan agar menjadi santri preneur. Pesantren sangat berpotensi dan memiliki peran yang sangat penting dan nilai yang cukup strategis dan signifikan dalam memberikan sumbangsih bagi keswadayaan, kemandirian, dan partisipasi masyarakat, dalam konteks pengembangan ekonomi umat. Pesantren sekarang tidak hanya sebagai agent of social change, tapi juga harus menjadi pelopor kebangkitan ekonomi umat.

Hal ini, terlihat dengan berdirinya pasar modern yang dipelopori oleh pondok pesantren seperti adanya mini market yang didirikan oleh pesantren. Adanya mini market yang dikelola oleh pesantren sudah tentu hal ini untuk kemandirian ekonomi pesantren. Selain untuk meningkatkan ekonomi pesantren, hal ini juga berdampak pada ekonmi masyarakat, karena  para pelaku UMKM memiliki ruang untuk memasarkan produknya ke mini market yang dikelola pesantren dan para pengelola mini market menyambut baik niatan mereka untuk menjual dan memasarkan produk tersebut.

Banyak kita temui bahwa di dalam mini market tidak hanya menjual kebutuhan pokok saja, akan tetapi juga dalam dunia fashion sekarang sudah ada di mini market. Dengan hal itu, berdirinya mini market sudah tentu disambut baik oleh masyarakat. Di sisi lain transaksi yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam, juga sebagai transaksi yang bernilai sedekah. Begitulah kira-kira adanya mini market berbasis pesantren.

Pondok pesantren memang dituntut untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan dengan mengembangkan kegiatan-kegiatan ko-kurikuler dan ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat sekitarnya. Tentu saja hal tersebut tidak akan dapat berkembang dengan baik jika tidak didukung oleh sumbangsih dari pihak terkait, mulai dari wali santri, pemerintah, dan masyarakat secara umum. Untuk menanggulangi hal yang demikian inilah pentingnya keberadaan unit usaha dan pengembangan keterampilan di pondok pesantren yang diupayakan dalam menghasilkan dana untuk biaya penyelenggaraan kegiatan pondok pesantren.

*Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, saat ini aktif sebagai wartawan di Jawa Pos Radar Madura.